Aku melihat gadis itu
di balik pelupuk matamu
Berayun-ayun di atas
lengkungan senyummu
Diakah yang sanggup
mengubah musim di harimu?
She
shines up in your every single morning, light up your silent midnight
Aku mendengar nama
gadis itu di selipan tawamu
Bertautan manja
dengan fonem-fonem tenunanmu
Nama itukah yang menjadikanmu
sang pelukis kata?
You
write her before your name, you make a poem by her name
Dongeng
yang kau ceritakan padaku tempo hari tentang putri cantik dan pangeran berjubah
biru,
mungkin saja representasi dari gadis itu dan dirimu.
Andai saja aku bisa
menulis ulang skenario itu,
mendatangkan peri agar mengubahku menjadi secantik
putrimu.
Akan kulakukan, sebab aku mencemburui gadis itu.
Aku mengagumi
pangeran berjubah biru yang mencintai sang putri cantik.
Namun, aku hanyalah
perempuan pendendam rindu,
dan gadis itu adalah putri cantik tempatmu
menyemaikan rindu.
She is the girl in your eyes, and
i’m just a girl behind your path.

0 comments:
Post a Comment