image1 image2 image3

HELLO I'M RARAA|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|LET THE WORDS BRING YOUR MEMORIES|'KEEP READING!

Cerita Kami Tanpa Kalian




Rasa-rasanya baru beberapa hari yang lalu kalian berpamitan di rumah kita, mentraktir kami dengan nasi goreng dan ayam krispi, lantas esoknya kalian terbang ke pulau sana demi meraih satu pengalaman yang benar-benar baru (sekalian nambah daftar pengalaman di CV :D). Kami masih menabung rindu untuk kalian, jangan lupa untuk datang bila waktunya sudah habis dan pecahkan celengan ini bersama-sama.

Pengalaman baru itu ternyata bukan hanya milik kalian. Disini, pengalaman itu berubah wujud menjadi desa dibalik tumpukan gunung. Di desa itu, kami merasakan hawa dingin namun menghangatkan. Dan kami menjelajahi desa itu dengan truk besar, bertumpuk-tumpuk kami di dalamnya seperti ikan asin. Dan kami memang benar-benar kering di panggang matahari. (jadi jangan kaget melihat kulit eksotis kami di foto-foto itu). Orang-orang disana ramah, kuyakin lebih ramah dibanding mereka di pulau sana. Disana kami belajar, mengajar, kadang juga saling memarahi. Di luar itu, kami bangga bisa menginjakkan kaki di atas jalanan berbatu itu. Sebab kami hadir disana membawa revolusi bagi orang-orang. Kami mengajari mereka membuat aneka kerajinan cantik, minyak kemiri berkualitas, dan mendudukkan mereka di lapangan beralaskan rumput beratap gemintang, hanya untuk menyemangati mereka sekolah, dan sekolah. Sungguh mulia! Disana airnya dingin dan menyejukkan, tapi kami selalu merasa hangat dikelilingi orang-orang yang ramah senyum. Anak-anaknya polos, berlum tercemari udara kota yang sekuler. Pandangan  mereka masih hitam putih. Tak akan kau dapatkan anak-anak seperti mereka di pulau sana. Mereka spesial, sama spesialnya dengan para orang tua mereka yang senantiasa menyapa kami. Anak-anak itu pandai bernyanyi, menari, berpuisi, bermain sepak bola, bermain takraw, mengaji, dan tentu saja mereka pandai membuat kami terharu.

5 hari kami disana, sekembalinya kami dihadapkan pada sebentuk pengalaman lain bernama Harlah. Ini tahun pertama kami mencicipi meriahnya hari lahir rumah kita. Sibuk sana, sibuk sini. Dekor sana, dekor sini. Jadilah pesta itu menyalakan malam kami di rumah kita. Kami jadi saksi pemotongan tumpeng untuk yang ke 16 kalinya. Kami berlomba-lomba mengirim tweet agar bisa visible di layar besar, menuliskan harapan-harapan besar kami di spanduk besar bertuliskan make a wish (kami terharu membaca impian-impian besar kami), bermandikan balon-balon pink, dan ada saja yang iseng memecahkannya. Kami tertawa, makan bersama, berfoto bersama, dan mendengarkan para tetuah berbicara. Kalian tentu bisa mencicipi keramaian itu (lewat foto-foto yang kami bagikan, khusus untuk kalian).


Selepas pesta 16 tahun itu, kami kembali bergelut dengan rutinitas yang nyaris membosankan. LPJ, PKM, dan tetek-bengek lain menyangkut tulis-menulis. Kami merindukan kalian yang sedang asik belajar tanpa ada gangguan yang menyebalkan tapi menyenangkan dari kami. Sulit sekali rasanya kita saling menyapa, bahkan untuk sekadar curhat tentang sakit gigi ataupun keuangan yang mulai menipis. Tapi tak apa, toh kami telah membungkus berbagai sensasi baru yang kami rasakan di dalam catatan ini. Jangan lupa datang jika waktunya sudah habis, dan pecahkan celengan rindu kita di rumah kita!^^

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment