image1 image2 image3

HELLO I'M RARAA|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|LET THE WORDS BRING YOUR MEMORIES|'KEEP READING!

Kau, Aku, dan Sepatu Kets

Bagaimana kabarmu, makhluk biru berwajah lugu?
Tak pernah lagi kulihat senyum samar itu meneduhkan riuh rendah angin di kastil mungil kita
Adakah kau telah lupa jalan setapak kecil yang merekam jejak-jejak sepatumu?
Atau kau sekadar gentar melawan gurauan para penunggu kastil ini?
Disini, aku mengadu pada cermin kaca retak, kutanyakan padanya mengapa engkau tak kunjung pulang
aku bergumam sendirian di balik diam, tak sedetikpun tatapanku beralih dari gerbang kastil kita
Ayunan itu bahkan mendelik kaku, mencoba bersabar menemaniku dalam kebosanan yang mematikan waktu

Bagaimana kabarmu, penggenggam hati bertangan hangat?
Kastil mungil kita seperti berada di tepi Laut Utara semenjak kau berlalu
Bahkan matahari enggan mencairkan kerak-kerak es di kanopi kastil
 Dedaunan terus saja menggugurkan diri, menyerahkan diri pada gigitan angin
Sudikah kau kembali membagikan tawamu sebagai pengganti api unggun?
Ataukah kau merasa hanya perlu menatapku, lalu kehangatan itu berpindah ke mataku?
Pulanglah ke kastil ini, jangan biarkan aku menjadi Prothemeus dengan mencuri api dari Tuhan

Rasanya aku selalu menanti waktu dimana kau berjalan lambat dari arah utara
Menebak seperti apa semu merah terbentuk di wajahku, menutupi jengahku menunggu selama masa hibernasimu
Tak peduli jika senyum itu hanya dilemparkan untuk rerumputan yang mulai menghijau, atau tatapan hangat itu bukan untuk mencairkan kebekuanku
Setidaknya sepatu itu bertengger lagi di beranda kastil, tepat bersebelahan dengan sepatu milikku
Kau, aku, dan, sepatu kita selalu menjadi bagian yang kunanti dalam dongeng seribu satu malam di kastil kita

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment