image1 image2 image3

HELLO I'M RARAA|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|LET THE WORDS BRING YOUR MEMORIES|'KEEP READING!

(Cukup) Maaf

Entah apa yang merasukiku malam ini, kekecewaan itu tiba-tiba saja menyeruak meminta pertanggungjawaban. Emosi yang bertumpuk setinggi kanopi katedral, hati yang terlipat-lipat menjadi secarut koran bekas setahun lalu, dan bentangan daratan dan lautan beratus kilometer. Kacau rasanya aku goyah, lantas hanya berpegangan pada kursi goyang yang kosong. Tak ada kalimat bijakmu tempatku bertumpu kala angin terlalu kuat menghembuskan hawa panas dari gurun.
Kali ini aku tak akan berpuisi. Aku hanya ingin menyelipkan satu dua perih di balik tumpukan senyum. Senyum itu untukmu, mengabarkan padamu bila disini aku masih bisa hidup meski jarak itu nyaris menghancurkanku. Dan selipan perih itu, hanya untuk meyakinkanmu bahwa aku bukanlah aktris profesional. Tapi tenang saja, kau pasti selalu berdoa agar hatiku selalu mampu mengimbangi langkahku, dan kurasa Tuhan masih sayang padamu.
Malam ini cukup maaf menjadi penghibur kita. Tanpa banyak kata, cukup maaf.


Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment