image1 image2 image3

HELLO I'M RARAA|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|LET THE WORDS BRING YOUR MEMORIES|'KEEP READING!

Dongeng yang Tidak Ada di Buku Dongeng


Reaksi pertama setelah lembar-lembar pertama membuka diri: Lapar. Amat sangat lapar. Saat Sungu menguraikan ihwal daging sapi yang diolah segala macam. Dalam artian harfiah. Seterusnya bermunculan sapi-sapi gemuk, tentara Gilingwesi, babi guling berminyak buatan Loki Tua, keagungan Gerbang Agung dan kejatmikaan Nyai Manggis di depan mata. Berhubung kemampuan visualisasi saya tidaklah terlalu baik, gambaran ini barangkali hadir berkat kecakapan Sungu Lembu meramu kisah perjalanannya bersama Raden Mandasia menjadi begitu hidup amat sangat kurang ajar hebat. Aduh! Sekarang dia malahan membikin mulut makin mahir memaki. Emosi yang hadir lebih rumit lagi. Sedetik yang lalu rasa-rasanya begitu ingin memenggal Kepala Raja, selang beberapa detik tetiba ada hasrat mengiba kepada Sang Raja. Tapi dijamin tawamu pasti selalu terbit.

Memang sepertinya catatan Sungu Lembu ini yang dinisbahkan sebagai dongeng-yang tidak pernah terbit di kumpulan buku dongeng manapun- hadir sebagai alternative issue sebab genre populer tahun-tahun belakangan ini memihak novel serius dalam setting kekinian. Apalagi semua latar dan tokoh, ditilik dari nama, benar-benar sengaja dibuat fiktif. Sebut saja Kepulauan Rempah-rempah, Pulau Padi, juga Negeri Atas Angin. Mana ada daerah semacam itu di atas permukaan bumi ini? Meski sebagian di antara kita sudah mafhum wilayah apa yang dimaksudkan si penulis. Legenda mana pula yang mengenal Dewi Sinta beserta rahasianya? Atau Putri Tabassum yang menolak ratusan lelaki pelamar?

Sebenarnya kisah ini berasal muasal dari motif balas dendam Sungu Lembu. Setelah kampung kecilnya Banjaran Waru hancur lebur akibat kemahakuasaan Raja Watugunung, dia bertekad memenggal kepala penguasa Gilingwesi itu. Waktu membawanya ke rumah dadu Nyai Manggis sampai bertemu dengan Raden Mandasia si pencuri daging sapi yang ternyata pangeran Gilingwesi. Demi misi rahasianya, Sungu bersedia membuat kapal dan mengarungi lautan hingga ke Gerbang Agung di sebelah barat memenuhi permintaan Raden Mandasia. Di tiap persinggahan mereka temukan pertanda-pertanda aneh; nabi yang menumpang kapal, seorang hartawan yang menghabiskan satu ekor babi panggang selama sepuluh tahun, dan pelayan yang rela menggadaikan kulitnya. Toh, yang mereka dapati di akhir perjalanan sejauh itu hanyalah peperangan dan ujud ketamakan manusia. Pun kematian sia-sia.

Intinya keseluruhan cerita dongeng ini adalah gabungan kisah historis di dunia yang pas dijadikan bahan lengkap untuk berpiknik ria. Selamat berlibur!

Share this:

CONVERSATION

1 comments: