Jangan sangka catatan ini tentang musim rindu dan hati yang membeku, atau tentang kisah klasik Upik Abu dan Putri Salju. Tidak. Anggap saja aku menulisnya sebagai permintaan maaf dari sahabat tak dikenal. Jika bukan sahabat, sebagai orang yang pernah kau ingat pun tak apa.
Tiada awal tanpa diakhiri awal baru, dan bukankah semua ini berawal dari ketiadaan? Ah, para filosof tentunya tak percaya.
Hari, menit, detik, sepersekian detik lalu, adalah bagian dari sejarah panjang kehidupan.
Kau bisa memilih hidup dalam nostalgia tanpa akhir atau ikut membangun sejarah baru, untuk dirimu sendiri-atau diriku-.
Karena segala peristiwa lewat-jejak lumpur, daun gugur, dan hujan badai-hanya runtuhan masa lalu dalam eternalitas ruang dan waktu. Kita-kau dan aku-hidup di alam dimana segalanya baru, tak ada yang tersisa selain memori. Dan lagi-lagi kau bebas memilih letak kenangan itu, di hari ini atau di hari kemarin.
Kau barangkali merasa terabaikan, seperti daun gugur tadi. Lewat begitu saja lantas hilang, diterbangkan angin atau terinjak kaki gajah. Ah, tapi kau bukanlah entitas tak berharga. Tanpa sadar, kau Sang Pemilih. Kaulah Sang Pengingat Memori, dan boleh jadi hakikat ruang dan waktu ada dalam pikiranmu.
Sel. Kau tahu sel hidup dalam dirimu-juga diriku-bersama milyaran sel lain, melingkupi aliran darahmu, ikut bersama denyut nadimu, dan mendiami bongkahan kecil di balik tengkorakmu. Sel itu yang membangun sistem untuk kau menghirup udara pagi, atau menguap kantuk. Dan bahkan senyum manismu itu, ditinggali oleh sel tanpa pernah kau sadar. Dia-sel itu-memperbarui dirinya sendiri setiap detiknya, setiap harinya, sepanjang waktu yang kau jalani.
Tidak inginkah kau menjadi bagian kecil, satu dari milyaran juta makhluk di seantero jagad raya, menghidupkan diri setiap saat, dan kau mampu menghidupkan dunia kalau kau mau.
"Cogito, Ergo Sum". Maka berpikirlah agar dunia sadar kau memang ada di dalamnya. Berpikirlah, dunia akan merasa memilikimu. Seperti kau merasa memiliki sel dalam tubuhmu. Seperti kau merasa memiliki aku-dan mereka-di hidupmu.
Untukmu,
Sahabat Yang Selalu Kukenal
CONVERSATION
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

Mantapp adikss... trus semangat nulisnya
ReplyDelete