Gempuran butir-butir mungil di langit memaksaku menjelajahi garis di ujung horison
Di garis itu, kutemukan semburat senyummu bersemu merah serupa senja
Pelangi belum muncul, namun ada bias warna di balik hujan
Mungkinkah itu perpaduan apik antara bulir hujan, cakrawala, dan semu merah senyummu?
Aku masih menunggu angin meniup lebih banyak awan di langitku
Agar tetes air tetap turun mengkristalkan namamu
CONVERSATION
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

0 comments:
Post a Comment