Kurangkai bait namamu di bawah bulan pucat yang menyepi di udara
Pengganti rindu yang menggenapi rasa
Sebab tak pantas bagiku menyatakannya lewat nada
Sebatas frasa, klausa, dan kata
Kukisahkan asaku dalam puja-puji tanpa akhir
Dalam doa lirih yang terkadang menggetarkan nadir
Sebab tabu untukku menyelinap di alam monokrommu yang getir
Untuk sekadar menyatakan harap yang tersirat dalam kalimat satir
Kuikatkan hati pada waktu yang mengalir statis
Hingga tiba masanya kau tak lagi apatis
Sebab aku mafhum diriku belumlah sempurna bermetamorfosis
Langkah, cita, cinta, dan rasaku masih dinamis
Karenanya, izinkan aku menjernihkan fitrah
Menanti hikmah dalam sujud yang gelisah
Agar aku tak hanya menjadi penggenap jiwamu
Namun juga sebagai penggugur dosamu
CONVERSATION
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

0 comments:
Post a Comment