Malam, Langit, dan Sepotong Rahasia
Malam masih gugup, menanti-nanti kapan kiranya langit sudi menampung rahasianya.
Tapi langit memang lain, diserapnya kata-kata malam hingga nyaris kosong tak bersisa,
seperti meneguk anggur di cawan suci.
Malam masih saja, gugup.
Tak peduli seberapa luas langit membuka tabir,
menyelimutinya dengan hitam, seperti kematian yang sunyi.
Yang ia ingin bagi hanya rahasia kecil,
dimana malam dan langit berbagi duka.
Aku lelah menjadi langit tempatmu ruah.
Sebab setiap malam yang terlewatkan,
adalah bagian dari dirimu,
dan jiwaku.
Tapi langit memang lain, diserapnya kata-kata malam hingga nyaris kosong tak bersisa,
seperti meneguk anggur di cawan suci.
Malam masih saja, gugup.
Tak peduli seberapa luas langit membuka tabir,
menyelimutinya dengan hitam, seperti kematian yang sunyi.
Yang ia ingin bagi hanya rahasia kecil,
dimana malam dan langit berbagi duka.
Aku lelah menjadi langit tempatmu ruah.
Sebab setiap malam yang terlewatkan,
adalah bagian dari dirimu,
dan jiwaku.
![]() |
| source: www.weheartit.com |

